ARTI BAHAN ABRASIF

BAHAN ABRASIF adalah bahan alami atau sintetik yang relative keras untuk mengasah dan menggosok bahan lain yang lebih lunak. Gerinda, kikir, amplas, bubuk dan krem poles, serta balok asah adalah contoh abrasive yang sering ditemukan. Untuk berbagai keperluan, bahan abrasif digunakan dengan bentuk dan bahan berlainan. Krem poles dapat membuat permukaan menjadi sangat halus dan mengkilap. Gerinda dan kikir digunakan untuk menciptakan komponen mesin yang memerlukan ketelitian tinggi untuk memperhalus bagian yangkasar. Amplas sering digunakan oleh tukang besi dantukang kayu untuk menghaluskan permukaan bendayang akan di cat. Pekerjaan ini dapat dilakukan dengan menggosokkan atau menggeserkan bahan abrasive pada permukaan yang akan dibentuk atau diperhalus, baik dengan tenaga manusia maupun dengan mesin khusus. Sebagian besar pekerjaan rumah tangga juga memerlukan bahan abrasive ringan selain sabun dan detergen, misalnya abu gosok. Bubuk dan cairan pencuci juga mengandung bahan abrasif. Setiap bahan abrasif mempunyai tingkat kekerasan dan cirri tertentu. Intan adalah bahan abrasive yang paling keras. Kemudian diikuti silikon karbida dan alumunium oksida. Ketiganya biasanya merupakan bahan sintetik. Bahan sintetik lainnya anatara lain wol baja, butir-butir baja, dan bubuk gelas. Bahan abrasif alami yang banyak digunakan anatara lain batu gosok yang mengandung alumunium oksida dan besi oksida, pasir, Tripoli (silica amorf), garnet, batu apung, batu api, intan, korundum. Korundum adalah bahan alami yang hampir sekeras intan. Penggunaan bahan abrasif sudah dimulai sejak jaman prasejarah. Ketika itu, alat-alat dan senjata dari batu dibuat dengan mengasahnya pada batu yang lebih keras. Dalam sejarah selanjutnya, para pandai besi menggunakan bebatuan yang dibentuk menjadi gerinda datau balok untuk mengasah parang, pisau, kapak dan peralatan dari kayu. Bahan abrasive berupa bubuk juga sudah digunakan oleh orang Mesir kuno untuk memperhalus berbagai barang kerajinan. Sampai pada abad ke 19, bahan-bahan abrasif batu itu masih memegang peranan yang sangat penting dalam industry manusia. Selanjutnya, mulai banyak digunakan bahan abrasive logam yang lebih keras dan mempunyai daya penghalus yang tinggi. Beberapa bahan abrasive alami ditambang dari bumi di berbagai penjuru dunia. Yang sangat umum antara lain batu api dan batu pasir. Bahan alami yang juga sering digunakan adalah batu apung. Sebagai penghalus logam atau bubuk gosok. Korundum dan batu gosok merupakan bentuk alami alumunium oksida, yang digunakan untuk keperluan tertentu. Kadang-kadang, intan juga dugunakan untuk memperhalus atau memotong kaca. Intan yang digunakan sebagai abrasif kulaitasnya lebih rendah daripada intan permata. Pada abad 20 berbagai bahan abrasif sintetik telah dibuat. Bahan abrasive sintetik mempunyai sifat abrasi yang lebih baik dan lebih seragam. Bahan sintetik itu antara lain silikon karbida (dipasarkan sebagai carborundum, crystalon dan carbolon), intan sintetik, boron karbida dan alumunium oksida buatan. Sekarang, bahan abrasif alami masih banyak digunakan, namun dalam industry besar fungsinya sudah banyak digantikan oleh abrasif sintetik. Abrasif untuk keperluan industry mula-mula dibuat bubuk, kemudian dicampur dengan cairan atau pasta untuk dibentuk menjadi batangan, gerinda putar, atau piringan. Bubuk abrasif juga dapat ditempelkan pada permukaan kertas atau kain dengan bahan perekat, menjadi amplas. Di dalam industry besar banyak digunakan gulungan amplas yang tidak terputus. Bentuk ini dijalankan dengan mesin khusus.

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011 Arti, Pengertian, Definisi | Themes by ada-blog.com.