Makan Teratur dan Perilaku Diet Teratur

Individu yang menampilkan perilaku makan teratur. Asosiasi ini telah dicatat baik bersamaan, dan dengan harga diri sebagai prediktor kemudian masalah makan. Harga diri juga sering muncul dalam teori dari etiologi gangguan makan. Sebagai contoh, penelitian berbasis terbaru "transdiagnostic" Pendekatan gangguan diusulkan oleh Fairburn, Cooper, dan Shafran (2003) berpendapat makan yang pertama pasien gangguan makan yang paling memiliki harga diri yang rendah karena kegagalan untuk mengendalikan makan mereka, dan kedua bahwa makan pasien gangguan lebih parah menderita "inti rendah diri" yang pandangan negatif meresap sendiri. Hal ini menunjukkan bahwa secara umum rendah diri mungkin memperburuk kecenderungan terhadap makan sikap dan keyakinan teratur. Selanjutnya, tingkat self-esteem telah ditemukan untuk memoderasi dampak dari faktor risiko untuk gangguan makan pada makan patologi. Tingkat lebih rendah dari harga diri telah ditemukan untuk meningkatkan kekuatan hubungan antara perfeksionisme dan dirasakan berat status dan pengembangan bulimia symptomatology dan link antara ketidakpuasan tubuh dan makan patologi. Secara bersama-sama, dan berspekulasi lebih jauh, nampaknya untuk harga diri rendah individu sikap negatif mereka dan keyakinan (mungkin impulsif) nantinya akan berujung pada perilaku mereka, sedangkan orang-orang dengan harga diri tinggi berhasil mengendalikan dan menekan sikap negatif dan keyakinan mereka dan, dengan demikian, mencegah mereka mengarah ke perilaku makan menyimpang. Dengan demikian, dalam penelitian saat itu diharapkan bahwa wanita yang memiliki harga diri yang rendah akan memiliki link yang positif lebih kuat antara makan sikap teratur dan perilaku diet teratur, daripada mereka yang memiliki harga diri yang tinggi. Bahwa adalah, diharapkan bahwa harga diri akan memoderasi hubungan antara makan sikap teratur dan keyakinan dan diet yang tidak sehat

0 komentar:

Poskan Komentar

 
Copyright © 2011 Arti, Pengertian, Definisi | Themes by ada-blog.com.